oleh

Terekam CCTV Pelaku Pembunuhan Diringkus Polisi

Bandar Lampung (RL) : Dua pelaku pengeroyokan yang berujung korbannya meninggal dunia lantaran mengalami sejumlah luka tusuk akibat senajata tajam berhasil diringkus aparat Kepolisian Polresta Bandar Lampung.

Peristiawa pengeroyokan dan mengakibatkan korbannya meninggal dunia itu terakam CCTV dan terjadi pada bulan Juni lalu. lebih kurang selama lima ulan kedua pelaku pembunuhan itu berhasil diamankan polisi.

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dua pelaku diduga lantaran ada dendam terhadap korban, kedua pelaku yang telah merencanakan pengroyokan terhadap korban itu terjadi saat melintas di Jalan Teluk Ratai, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, pada saat kejadian itu korban dikeroyok oleh pelaku dan menikam korban dengan menggunakan senjata tajam.

Disampaikan Kompol Devi Sujana Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, kedua pelaku diringkus oleh Tekab 308 Satreskrim Polresta Bandar Lampung dari tempat persembunyiannya di perbatasan Sumatera Selatan dengan Jambi. Selama buron kedua pelaku bersama satu orang rekannya yang berperan menyembunyikan keduanya bekerja sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Para pelaku kasus pembunuhan yang diamankan polisia ini berinisial MR dan AS keduanya warga Bandar Lampung, kemudian seorang pelaku lain yang berperan sebagai pelancar dan diduga melarikan kedua pelaku berinisial AT.

Dari penangkapan para paku ditemukan barang bukti berupa satu buah senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menusuk korbanya. Pengroyokan terhadap korban yang berujung meninggal dunia ini mengalami luka tusuk lebih dari tujuh kali tubuhnya.

Lanjut Kasat, para pelaku ini telah merencakan pengroyokan hingga korban meninggal dunia dimana dibuktikan bahwasanya senjata tajam sudah disiapkan oleh para pelaku sebelumnya,.

Salah satu pelaku berinisial MR mengatakan, dia dendam dengan korban lantaran pernah bersilih paham dengan dirinya, dan dia juga mengiyakan bahwa dirinya bersama rekannya merencanakan untuk mengeroyok korban bersama rekan tersebut dan menggunakan senjata tajam yang dipergunakan untuk menusuk korban.

“Seingat saya lima kali menusuk korban dan dilanjutkan oleh rekan saya hingga korban terbujur di lokasi pengroyokan itu,” kata MR.

Setelah buron saya beramaa dua rekan saya bekerja mencari ikan atau sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup, lanjutnya. Para pelaku pembunuhan ini akan dijerat dengan pelanggaran Pasal 338 sub 170 ayat 2 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (RM)

Komentar

Realita Lampung