oleh

Visi Misi Ketua PWI dan DKP PWI Lampung 2021 – 2026

Bandar Lampung (RL) : Visi misi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung terpilih periode 2021 – 2026.

Penyampaian visi dan misi dari masing-masing calon Ketua PWI dan DKP Provinsi Lampung dilaksanakan sebelum dilakukannya poting pemberian suara kepada para calon yang berlangsung di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, Jum’at 3 Desember 2021 lalu.

Dalam penyampaian visi misi itu Ketua PWI Provinsi Lampung terpilih, Wirahadikusumah, memaparkan ada tujuh program kerja yang akan dilaksanakan jajaran pengurus PWI Lampung dimasa kepemimpinannya.

Dikatakan Wirahadikusumah majunya dia di pemilihan Ketua PWI Lampung mengusung tema menata warisan masa lalu berinvestasi untuk masa depan.

Berkaitan dengan tema tersebut sebagai upaya maka dirinya akan berusaha mewujudkan PWI Lampung sebagai organisasi yang lebih profesional dan bermartabat di era digital, dengan spirit kebangsaan, kebebasan, kolaborasi, kreatifitas digital dan menghasilkan SDM yang berkualitas.

Lebih lanjut Wirahadikusumah menyampaikan, tentunya dalam mewujudkan itu ada visi dan misinya, yang pertama peningkatan kualitas pembangunan karakter SDM yang merata dan berkeadilan, sehingga dalam peningkatan ini sebagaimana telah dilakukan kepengurusan yang lalu akan terus kita tingkatkan.

Untuk itu kerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi akan kita laksanakan untuk memudahkan para wartawan meningkatkan pendidikan nonformal kejenjang yang lebih tinggi dan tidak hanya dari SMA ke S1 tapi juga untuk S1 ke S2.

Kemudian yang kedua, struktur organisasi yang produktif, mandiri dan berdaya saing. Sehingga nantinya pengurus, para seksi-seksi terus produktif melakukan kegiatan-kegiatan, dan tentunya kegiatan-kegiatan karakter SDM.

Selanjutnya, sebagaimana disampaikan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari bahwa dari 100 program kerja 99 persennya adalah tentang pendidikan.

Untuk itu kolaborasi dalam mencapai era revolusi industri power point off, sebagaimana kita ingat pesan Ketua Dewan Pers, M Nuh bahwa ini jamannya kolaborasi bukan kompetisi. Sehingga kita menjaga bersama-sama, berjuang bersama-sama memajukan organisasi.

Kemudian yang keempat, mengembangkan ide-ide kreatifitas dan digital. Ide-ide ini yang harus kita munculkan dan kreatifitas yang harus kita jaga. Kita harus ingat, bukan yang kuat yang bertahan tapi yang cepat beradaptasi itulah yang bertahan.

Yang kelima adalah pengelolaan organisasi yang bermartabat, bersih dan terpercaya. Keenam perlindungan bagi segenap SDM, memberikan rasa aman bagi seluruh anggota. Karena perlindungan terhadap anggota harus terus kita lakukan untuk kerja-kerja jurnalistiknya. Yang terakhir atau ketujuh, bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan daerah.

Sementara itu dalam visi misinya Ketua Dewan Kehormatan PWI Lampung, Iskandar Zulkarnain menyatakan, visi misi dirinya adalah abadi dalam perubahan.

Maknanya sangat dalam, di dalam abadi dalam perubahan. Karena darah saya mengalir sejak SD hingga S III di dunia jurnalistik, tesis saya berbicara masalah hukum perdata yang diperdebatkan dan yang terakhir tesis saya bagaimana saya menciptakan kurikulum tentang diklat jurnalistik, konfergensi berbasis sekarang.

Artinya, diperubahan yang terjadi di era digital hari ini, PWI bisa hidup, anggota PWI bisa beradaptasi dengan perubahan. Alhamdulillah, konsep konfergensi media melakukan perubahan itu terus meningkat. Pada tahun 2015 saya gagas, HPN tahun 2021 itu digulirkan oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Artinya anak bangsa Iskandar Zulkarnain, sudah bicara masa depan. Untuk itu saya akan terus menjaga marwah kemerdekaan pers dan Alhamdulillah dari sekian anak-anak bangsa di negeri ini ada dua putra daerah lampung satunya adalah Iskandar Zulkarnain sebagai ahli pers Dewan Pers.

Untuk itu mari kita bersama-sama mematuhi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, kode etik jurnalistik dan kode etik perilaku wartawan, apa lagi saya sebagai penguji yang membawa kawan-kawan punya komfetensi di era digital, tutup Iskandar Zulkarnain. (Red)

Komentar

Realita Lampung