oleh

Kejam, Seorang Ibu di Lampung Bekap Anak Tiri Hingga Tewas

Tulangbawang Barat (RL) – Sungguh malang nasib TP (Inisial), seorang bayi laki-laki berusia 2 tahun buah hati Dwi Saputra warga Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung ini.

Betapa tidak, bayi mungil itu seharusnya mendapat kasih sayang dan perhatian lebih, tapi justru menjadi korban penganiayaan hingga tewas oleh LS yang diketahui berusia 25 tahun dan terduga pelaku itu tidak lain masih ibu tirinya korban.

Mirisnya lagi, ibu tiri melakukan penganiayaan lantaran kerap cek-cok dengan mertuanya, sehingga TP dijadikan pelampiasan.

Penganiayaan hingga tewas itu terjadi di kediaman DS di Tiyuh (Desa) Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat pada, Sabtu 13 November 2021 lalu.

Kejadian nahas itu bermula ketika TP berebut mainan dengan KN yang merupakan anak kandung pelaku, dikasur kamar. Karena kesal, KN mendorong korban hingga terbentur tembok lalu terjatuh dan kepala korban mengenai strika yang mengakibatkan korban kejang-kejang.

Melihat anak tirinya kejang-kejang, pelaku menghampirinya lalu membekapnya dengan menggunakan telapak tangan hingga tewas.

Setelah dipastikan tewas, korban diletakkan di kasur seolah-olah sedang tertidur. Upaya ini dilakukan pelaku untuk mengelabui suaminya yang saat itu tengah bepergian urusan pekerjaan.

Saat pulang bekerja malam hari, DS mengira anaknya sudah tertidur, namun keesokan harinya dia mulai curiga TP tidak kunjung bangun dari tidurnya.

Akhirnya DS mencoba membangunkan, namun tidak kunjung bangun, bahkan dia melihat mulut, hidung, telinga dan mata anaknya meneteskan darah. Saat itulah baru dia menyadari buah hatinya sudah meninggal dunia dengan cara yang tidak wajar.

Karena itu, DS melaporkan kejadian tersebut ke petugas kepolisian setempat setelah 4 hari pasca kejadian. Terungkaplah kasus ini. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tubaba melakukan penyelidikan dengan autopsi jenazah.

Hasil autopsi polisi, ditemukan sejumlah luka dibagian wajah dan keretakan pada tulang dasar tengkorak belakang korban.

AKBP Sunhot P Silalahi, Kapolres Tubaba mengatakan, setelah penyelidikan sekitar dua pekan, akhirnya membuktikan pelaku adalah ibu tiri korban. Motif pelaku melakukan pembunuhan didasari kesal terhadap suami dan mertuanya.

“Motifnya kesal kepada suami yang tidak mau diajak pisah dari rumah mertua. Dia juga kesal dengan mertua yang kerap menjelekkan dan memarahinya. Akhirnya anak tirinya yang dianiaya,” ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Fredy Aprisa Putra Parina saat konferensi pers, Kamis 16 Desember 2021.

Sementara itu, pelaku LS baru menyesali perbuatannya setelah ditangkap petugas kepolisian saat berada di kediaman orang tuanya di Kampung Gunung Batin, Kabupaten Lampung Tengah.

“Saya minta maaf kepada suami, mertua dan keluarga. Saya gak ada niat untuk seperti itu, ini karena konflik keluarga. Saya menyesali perbuatan saya, saya minta maaf,” ucapnya saat diwawancarai wartawan.

Selain menangkap pelaku, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yaitu pakaian korban dan pelaku, handuk korban, serta bantal dan Hand Phone pelaku.

Atas perbuatan sadisnya, Linda sari dijerat Pasal berlapis yaitu Pasal 80 ayat 3, Pasal 340 dan Pasal 338 dengan hukuman maksimal seumur hidup kurungan penjara. (JL)

Komentar

Realita Lampung