oleh

Serap Aspirasi, Pemdes Gunung Sari Gelar Musrenbangdes 2022

Way Kanan (RL) – Guna menyerap aspirasi masyarakat untuk berbagai pelaksanaan pada tahun 2022 ini Pemerintah Kampung Gunung Sari Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Mesrenbang tingkat desa ini dilangsungkan Pemerintah Desa Gunung Sari di Balai Kantor Desa setempat untuk rencana pembangunan Tahun 2022 dan berlangsung pada, Selasa 4 Januari 2022.

Kegiatan Musrenbang inipun di hadiri oleh seluruh unsur pemerintahan desa mulai dari Kepala Desa beserta perangkat kampung Gunung Sari, Sekcam, Kasi PMK, UPT Kesehatan, UPT Pertanian, Kader Posyandu, Kepala Dusun, RT, BPK, Tokoh Agama, Masyrakat, dan Toko Pemuda, serta Karang Taruna.

Joni Efendi, SH, MM, selaku Sekcam Gunung Labuhan mengatakan, acara musrembang ini adalah acara rutinitas setiap tahun. Sebagai sarana penyampaian atau saran atas pembangunan ataupun hal lain, acara musrembang ini ada beberapa tahapan untuk berencana setelah ada perencanaan tersebut baru di ajukan, ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan pesan dari pak camat. “Insyallah dipertengah bulan ini bapak Bupati dan Wakil Bupati akan turun kelapangan atau kekampung meninjau pembangunan sekaligus mengkorcek data-data yang sumber dana dari APBD, Pusat, Provinsi maupun dari Kabupaten didalam kampung. Serta data BLT, data pembangunan dan data vaksinasi,” terangnya.

Di tempat yang sama Hendra Gunawan yang merupakan Kepala Kampung Gunung Sari mengucapkan alhamdulillah, telah selesai di laksanakan Musrembang Kampung Gunung Sari Baru untuk rencana pembangunan tahun 2022 ini.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir yang telah ikut serta mensukseskan kegiatan musrenbang di Kampung Gunung Sari untuk perencanaan tahun 2022. Semoga apa yang akan dipilih oleh tim perumus mendatangkan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat di Kampung Gunung Sari.

Iya juga menyampaikan perencanaan pembangunan yang diusulkan untuk tahun 2022 yaitu. Gapura sekolahan SD, kader posyandu, kursi 12 unit, timbangan bayi, alat kebersihan seperti sapu, pel, dan kotak sampah. Pengukur tinggi badan, baju seragam, alat kesenian kuda kepang, gembot, diesel, kabel, lampu bohlam, alat penggali kubur dan tenda kamatian,” jelasnya. (Sandi)

Komentar

Realita Lampung