oleh

Ali Imron Sorot Konflik Manusia dan Hewan di TNWK

Lampung Timur – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan (dapil) I Lampung Timur (Lamtim), Ali Imron melakukan reses di Desa Labuhanratu VII, Kecamatan Labuhanratu.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah 14-26-45-6fe3777e00df26f28ad7a2a9ced7338c.jpg

Reses dihadiri Camat Labuhanratu Defri Irwansyah, Kades Labuhanratu VII, Soemarno, Babinsa Hermanto, Babhinkamtibmas Angga, aparat desa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Labuhanratu VII.

Sejumlah aspirasi mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Omah Kayu pada Sabtu, 26 Februari 2022 tersebut. Terutama tentang perlunya upaya serius membangun wisata desa untuk mengatasi konflik hewan dan masyarakat di kawasan penyangga hutan Taman Nasional Waykambas (TNWK).

Menurut Camat Labuhanratu, Defri Irwansyah, di balik konflik gajah (hewan yang dilindungi di TNWK) dan warga, ada potensi membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Potensi (ekonomi) Waykambas, luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, bukan hanya tingkat nasional, bahkan dunia pun sudah mengenal Waykambas,” katanya.

Caranya, kata Defri, membangun desa wisata terutama di daerah penyangga TNWK. Wisata dibangun dengan konsep ekowisata. Misalnya, membangun trekking wisata dan rest area wisata.

Tentu, infrastruktur jalan dan juga penerangan di wilayah tersebut harus diperbaiki. Sehingga memudahkan mobilitas wisatawan yang berkunjung.

Lebih dari itu, Derfi menyebutkan alasan membangun desa wisata adalah untuk mencegah terjadinya gangguan atau kerusakan hutan TNWK.

“Masyarakat masuk hutan karena tuntutan ekonomi. Kalau kebutuhan itu bisa dipenuhi dari hasil di luar hutan, masyarakat tentu tidak akan masuk hutan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Imron sepakat dan akan berupaya maksimal mewujudkan harapan masyarakat, terutama yang berada di daerah penyangga TNWK, membangun desa wisata.

Menurut anggota DPRD Lampung dari Fraksi Golkar tersebut, wisata desa dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya sepakat dengan Pak Camat, Waykambas sudah dikenal di dunia internasional. Kini, tinggal bagaimana membangun wisata yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan,” ucapnya. (*)

Komentar