oleh

Tubaba Terapkan Aturan Baru, Pembuatan Nama Minimal 2 Kata Maksimal 60 Huruf

Tulang Bawang Barat – Peraturan terbaru, pencatatan nama pada dokumen kependudukan saat ini sudah wajib memenuhi persyaratan.

Persyaratan itu diantaranya seperti mudah dibaca, tidak bermakna negatif dan tidak multitafsir, nama minimal 2 kata serta paling banyak 60 anak huruf termasuk spasi.

Selain itu, pencatatan nama juga dilarang untuk disingkat, seperti nama Muhammad yang disingkat menjadi M saja.

Pada dasarnya, pencatatan nama pada dokumen kependudukan harus sesuai prinsip norma agama, kesopanan dan norma kesusilaan serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Aturan terbaru ini sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 73 Tahun 2022.

Untuk itu masyarakat harus cermat melirik ketentuan ini sebelum mengurus dokumen kependudukan.

Tidak hanya masyarakat, Mengamati Permendagri ini, pejabat Disdukcapil Kabupaten/Kota atau perwakilan Republik Indonesia juga diharuskan melakukan pembinaan kepada penduduk mengenai prinsip, persyaratan, dan tata cara sebagaimana dimaksud dalam pasal 2, pasal 4 ayat (2) dan pasal 5.

Drs. Ahmad Hariyanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Tulangbawang Barat (Tubaba) juga menjelaskan, selain ketentuan diatas, nama marga, famili (keluarga) ataupun yang disebut dengan nama lain dapat dicantumkan pada dokumen kependudukan sebagaimana dalam pasal 5 ayat (1).

“Untuk tata cara penulisan nama harus menggunakan huruf latin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Selain itu, gelar pendidikan, adat dan keagamaan juga dapat dicantumkan pada kartu keluarga dan kartu tanda penduduk elektronik yang penulisannya dapat disingkat,” ujar Hariyanto pada wartawan Kamis, 19 Mei, 2022. (JL)

Komentar

Realita Lampung