oleh

Kampung Bumi Mas, Berkembang Dalam Tempo 6 Tahun

Lampung Tengah – Kampung Bumi Mas, Kecamatan Seputih Agung usianya relatif muda. Setelah 6 tahun kampung ini dinyatakan sebagai kampung difinitif, banyak perubahan positif yang terjadi. Masyarakat berharap pembangunan Kampung Bumi Mas terus berlanjut.

Kampung Bumi Mas, Kecamatan Seputih Agung berjarak sekitar 9 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah, di Kecamatan Gunung Sugih. Kampung ini mulanya adalah bagian dari Kampung Bumi Kencana, Kecamatan Seputih Agung. Pada tahun 2016 lalu, Bumi Mas ditetapkan sebagai kampung definitif. Sejak awal berdiri, tercatat kampung ini baru dijabat oleh 1 orang kepala Kampung difinitif, yaitu Amat Untung.

Kampung Bumi Mas memiliki wilayah seluas 535 hektare. Berdasarkan data terakhir Tahun 2021, penduduk di Kampung Bumi Mas sebanyak 751 kepala keluarga, dengan jumlah jiwa sebanyak 2.337 jiwa. Jika berdasarkan jenis kelamin, laki-laki berjumlah 1.193 jiwa, dan perempuan berjumlah 1.144 jiwa. Kepadatan pendudukan Kampung Bumi Mas hanya sebesar 287 jiwa setiap kilometer persegi.

Jumlah penduduk Kampung Bumi Mas tersebut tersebar dalam 3 Dusun dan 20 RT. Mayoritas penduduk menganut agama Islam dengan persentase sebanyak 95 persen. Sisanya menganut agama Kristen dan agama Hindu.

Selama kurun waktu 6 Tahun terakhir, Kampung Bumi Mas dipimpin oleh Amat untung. Terhitung sejak bulan April lalu, kampung ini dipimpin oleh pejabat sementara kepala kampung. Direncanakan Kampung Bumi Mas akan menggelar pemilihan kepala kampung bulan Juni mendatang.

Pasca habisnya masa jabatan Amat Untung sebagai kepala Kampung Bumi Mas, kami mencoba menelusuri apa yang sudah diperbuat Amat Untung untuk masyarakat Bumi Mas, selama kurun waktu 6 tahun. Mengawali penelusuran, kami bertanya kepada aparatur kampung setempat. Sekretaris Kampung Bumi Mas, Nur Prayuga, menjadi pihak pertama yang kami tanyakan.

Menurut Nur Prayuga, sejak berdirinya Kampung Bumi Mas, Kecamatan Seputih Agung, pelayanan masyarakat jadi lebih mudah. Jika sebelumnya warga ingin mengurus surat menyurat harus ke Kantor Kampung Bumi Kencana, sekarang lebih dekat sejak Bumi Mas menjadi Kampung Definitif.

Ditanya pembangunan fisik yang sudah dilakukan di masa Amat Untung menjabat kepala kampung, Nur Prayuga sejumlah sarana dan prasarana kampung dibangun di berbagai tempat. Seperti jalan menuju onderlaag perladangan warga, jalan hotmix, dan masih banyak pembangunan yang lain. Seperti gorong-gorong, sumur bor yang berguan untuk masyarakat.

“Dengan sumur bor warga tidak perlu mengangkut air dari tempat lain,” jelasnya, saat ditemui ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Visi Amat Untung selama menjabat kepala kampung di paparkan Nur Prayuga, bahwa Amat Untung selama 6 tahun ini lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Berbagai bantuan yang diberikan oleh pemerintah dibagikan secara merata. Sehingga tidak ada bantuan yang tumpang tindih.

Dibidang pembangunan fisik, Amat Untung sudah mereleasasikan pembangunan jalan, dan jembatan. Jembatan itu mempermudah warga untuk mengakses dan mengambil hasil bumi di ladang miliknya.

Tidak cukup hanya pihak aparatur kampung, kami mencari warga setempat untuk diminta pendapatnya. Apa perubahan yang terjadi di Kampung Bumi Mas 6 tahun terakhir?

Suyono, warga Dusun 3 Kampung Bumi Mas, tidak sungkan menyampaikan pendapatnya. Dikatakan Suyono Kampung Bumi Mas dia merasakan banyak perubahan seperti pembangunan kampung. Sarana dan prasarana sekarang sudah semakin baik. Dia mencotohkan, jalan menuju perladangan yang sudah di onderlaag dan balai kampung.

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, Suyono merasa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat cukup baik selama di pimpin oleh Amat Untung. Kegiatan siskamling di Kampung Bumi Mas terkoordinir dengan baik.

Ditanya gaya kepemimpinan Amat Untung selama menjabat kepala kampung? Suyono mengakui, selama menjadi kepala kampung Amat Untung selalu bersikap supel. Pribadi Amat Untung dikenal baik dari tingkah lakunya dan ramah kepada siapapun. Suyono berharap untuk kedepan Kampung Bumi Mas semakin lebih baik lagi.

“Kalau bisa yang menjabat kepala kampung kemarin (Amat Untung) bisa melanjutkan kembali,” tandasnya.

Gravita, warga Dusun 1 RT.04, Kampung Bumi Mas, menjadi target kami berikutnya. Gravita dengan lugas menjawab semua pertanyaaan kami yang kami ajukan.

Menurut Gravita, setelah pemecahan kampung Bumi Mas, pelayanan masyarakat semakin mudah karena lebih dekat aksesnya. Dari sisi pembangunan, dia merasakan banyak perubahan yang terjadi di Kampung Bumi Mas. Dicontohkannya, jalan kampung secara merata tidak ada yang becek. Bahkan sampai lokasi ke perladangan jalan sudah di onderlaag.

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, Gravita menilai keterlibatan pihak Babinsa dan Babinkamtibmas membuat masyarakat merasa lebih aman dan kondusif.

Ditanya harapannya kepada Kampung Bumi Mas kedepannya, Gravita mengungkapkan dia berharap kampung Bumi Mas semakin dan berkembang lebih baik lagi. Sehingga menjadi percontohan bagi kampung-kampung lain.

“Saya juga berharap Amat Untung kembali mencalonkan diri sebagai kepala kampung. Karena antusias masyarakat agar pak Amat Untung kembali menjadi kepala kampung sangat besar,” tambahnya.

Sebagai kampung yang usianya relatif muda, Kampung Bumi Mas menunjukkan perubahan positif yang signifikan. Pernyataan 2 orang orang setempat menguatkan, bahwa Kampung Bumi Mas berubah drastis hanya dalam tempo 6 tahun. (Willy Dirgantara)

Komentar

Realita Lampung