oleh

Kasus Napi Meninggal, Polisi Tetapkan Empat Orang Tersangka

Dari hasil penyidikan pihak Kepolisiqn Polda Lampung atas kasus meninggalnya seorang narapidana (Napi) anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II A Lampung akhirnya penyidik menetapkan empat orang tersangka.

Keempat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peninggalnya napi itu merupakan rekan sesama warga binaan di LPKA setempat.

Setelah berjalan penyidikan selama dua pekan pasca meningal dunia Rio Febrian seorang napi anak di LPKA Kelas II A Lamping yang diduga meninggal karena dikeroyok saat berada dalam lapas tersebut pihak Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung menetapkan empat orang tersangkanya.

Modus oara pelaku yang merupakan rekan sesama warga binaan itu melakukan tindak kekerasan itu lantaran korban merupakan penghuni baru di LPKA.

Keempat tersangka yang ditetapkan dalam kasus meninggalnya Rio Febrian masing-masing berinisial IA, NP, RB dan DS.

Dalam perkara ini polisi penemukan barag bukti berupa pakaian milik korban saat dilakuanya kekerasan oleh pelaku syarat hasil visum milik korban.

Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold Hutagalung mengungkapkan, dari pemeriksaan sebanyak 21 orang saksi dari pegawai lapas dan penghuna lapas serta keluarga korban, pihak kepolisian telah menetapakn empat tersangka yang merukan rekan sekamar korban.

“Kedepannya pihak penyidik akan menggelar rekontruksi guna memastikan peran para tersangka dalam melakukan aksi pengroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ini,” ujarnya.

Apresiasi disampaikan Farid Junaedi selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kemenkumham) atas terungkapnya kasus meninggalnya napi anak tersebut.

Dia menyatakan pihaknya menundukung penuh pihak kepolisian dan dirinya juga telah melakukan tindak tegas terhadap para pegawai lapas dengan memnonaktifkan para pejabata di lapas khusus anak.

Kemenkumham Lampung telah mengambil langka menonaktifkan setidaknya ada tiga orang pegawai atau pejabatan lapas atas peristiwa meninggalnya napi anak ini, ungkapnya.

Untuk mempertangung jawabkan perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (RM)

Komentar

Realita Lampung