oleh

Pengecer Nakal, Kejaksaan Negeri Lampung Utara Sita 65 Ton Pupuk Subsidi

Kejaksaan Negeri Lampung Utara menaikan status penyelidikan ke penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pada pendistribusian pupuk subsidi oleh kios enggal jaya arta 1 dan 2 yang berada diwilayah di Desa Sawojajar Kecamatan Kotabumi Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Mukzhan, SH, MH, melalui Kasi Intelijen, I Kadek Dwi Ariatmaja, SH, MH, menyampaikan, bahwa dengan adanya proses penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan pupuk subsidi di wilayah Kecamatan Kotabumi tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap seluruh pengecer resmi pupuk subsidi yang berada di wilayak Kabupaten Lampung Utara untuk dapat mendistribusikan pupuk subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Disampaikannya, penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi tersebut sebagaimana Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print – 02/L.8.13/Fd.1/09/2022 tanggal 05 September 2022 yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Mukhzan, SH, MH. 

Sebelumnya tim penyelidik Kejari Lampung Utara menemukan adanya dugaan peristiwa pidana terhadap penyimpangan pupuk subsidi tersebut. Diantaranya berupa laporan bulanan fiktif realisasi penyaluran pupuk subsidi oleh kios enggal jaya arta 1 dan 2 kepada kelompok tani.

Berdasarkan temuan tersebut, pada tahap penyidikan saat ini Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lampung Utara pada 7 dan 8 September 2022 yang berlangsung di Kios Enggal jaya Arta 1 dan 2 telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa pupuk subsidi jenis urea, NPK Phonska, ZA dan SP-36 dengan berat mencapai kurang lebih 65 ton yang selanjutnya dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas II Kotabumi.

Sampai saat ini tim penyidik tengah mendalami peristiwa dugaan penyimpangan pupuk subsidi tersebut untuk selanjutnya menemukan pihak-pihak yang nantinya patut dikenakan pertanggungjawaban secara pidana, jelas I Kadek Dwi Ariatmaja. (RD)

Sebelumnya : Tim Gabungan Segel Dua Kios Pupuk Bersubsidi

Komentar

Realita Lampung