oleh

Warga Banjar Agung Minta Jalan Segera Diperbaiki

Tulang Bawang – Jalan kabupaten yang merupakan akses utama dari Kecamatan Banjar Agung menuju Kecamatan Gedung Aji Lama kondisinya saat ini rusak parah. Masyarakat meminta agar jalan tersebut segera diperbaiki.

Ruas jalan yang buruk itu berada di Kampung Tri Mulya Jaya dan Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung, dengan bentang beberapa kilo meter. Ruas jalan yang mulanya aspal tersebut, sekarang berubah menjadi jalan tanah yang penuh kubangan yang cukup dalam.

Menurut warga setempat, jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan. Sempat dijanjikan akan diperbaiki, tapi hingga saat ini belum terealisasi. Masyarakat berharap ruas jalan itu segera diperbaiki, karena merupakan akses utama transportasi yang sangat diperlukan.

Warga RT. RK, Kampung Tri Mulya Jaya Awi mengungkapkan, jalan yang rusak parah ini sudah sejak Tahun 2017 sudah rusak. Sementara Ruas jalan yang sudah diperbaiki hanya di jalur tertentu saja. Dia berharap jalan segera diperbaiki. Karena menyulitkan warga yang melintas.

“Harus segera diperbaiki lah (jalan ini). Kayak sawah aja,” ujarnya.

Dia pernah mendengar ada rencana perbaiki jalan. Tapi sejauh ini hanya sekedar diukur-ukur saja. Tidak ada realisasi perbaikan jalan hingga saat ini.

Andri, Warga RT.02/RK.04 Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung mengungkapkan, ruas jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah. Sempat diperbaiki sebagian, tapi hanya sampai Kampung Moris Jaya.

“Sudah diperbaiki tapi hanya ditimbun saja. Engga tahunya hancur lagi, karena tidak diaspal,” ujarnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dia berharap, ruas jalan yang rusak segera diperbaiki. Karena banyak warga yang melalui jalan tersebut.

Warga lainnya, Widodo mengatakan, jalan di Kampung Tri Mulya Jaya sudah rusak sejak 3-4 tahun lalu. Dia mengakui, setelah jalan itu rusah belum pernah diperbaiki oleh pemerintah. Perbaikan sekedarnya dilakukan oleh masyarakat secara swadaya.

“Pemerintahnya mungkin keenakan numpak mobil mewah tapi gak memikirkan warganya. Kita ini ngomong apa adanya,” tandasnya.

Informasi dari warga lainnya, sempat disebutkan bahwa ruas jalan itu akan dibangun bukan Agustus tahun ini. Kerusakan parah sejak beberapa bulan terkhir. Budi warga RT.04 Kampung Moris Jaya mengatakan, pembangunan terhambat karena kontraktor proyek terkena stroke.

“Kontraktor yang memperbaiki jalan katanya rumahnya disita,” ujarnya.

Alhuda, warga RT.06/RK.06 Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung mengungkapkan jalan sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Dia pernah mendengar kabar, bahwa jalan akan diperbaiki. Tapi belum ada kejelasan lebih lanjut.

“Jalan ini mau dibangun tapi enggak tau (kapan). Itu ada patoknya pengukuran itu,” jelasnya sambil menujuk kearah tertentu.

Sementara itu, Kaur Pembangunan Pemerintah Kampung Tri Mulya Jaya Obar Sobarna mengungkapkan, ruas jalan di RT.04 sampai RT.06 sudah 7 tahun belakangan sudah rusak. Dia mengakui, jalan itu pernah di ondelaagh tapi sampai batas tertentu.

Menurut Obar Sobarna, dia penah mendengar rencana akan ada perbaikan jalan. Hal itu dia harapkan agar segera direalisasikan. Karena jalan itu akses transportasi masyarakat yang sangat penting.

“Harapan saya mewakili masyarakat meminta pemerintah daerah agar segera memperbaiki jalan tersebut,” ujarnya.

Dia melanjutkan, jalan itu pernah diperbaiki secara swadaya hanya dengan timbunan tanah. Tapi karena musim hujan, jalan itu tidak lama rusak kembali.

“Secepatnya (jalan itu) diperbaiki. Apalagi menghadapi musim penghujan itu tambah parah lagi. Toh sekarang yang jadi korban jadi alternatif ikut rusak, karena mobil masuk ke jalan kampung. Jalan yang tidak bisa dilewati mobil besar akhirnya dilewati mobil besar,” tutupnya.

Ditempat terpisah, KUAR Pemerintahan Kampung Moris Jaya Jono mengakui kondisi ruas jalan arah Gedung Aji Lama, menuju Rawa Pitu dan Rajawali sudah rusak sejak beberapa waktu lalu. Menurut dia, masyarakat di Kampung Moris Jaya berharap jalan segera diperbaiki.

“Karena itu akses utama dan berdampak sekali untuk perekonomian. Terutama untuk mengeluarkan hasil bumi,” pungkasnya. (Rudianto)

Komentar

Realita Lampung