oleh

Pupuk Sitaan Kejari, Rupbasan Kotabumi Tunggu Putusan Pengadilan

Sebanyak 1.391 sak pupuk bersubsidi yang disita oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara beberapa waktu lalu dipastikan telah dititipkan ke Rumah Penitipan Barang Sitaan Negara Kelas II Kotabumi.

“Untuk sementara pupuk ini dititipkan di gudang Rupbasan. Penitipan dilakukan pada hari Rabu, tepatnya tanggal 14 September 2022 lalu,” terang Kasubsi Administrasi dan Pengelolaan Andre Jaya Friestama, Selasa, 20 September 2022.

Menurutnya, barang sitaan yang dititipkan oleh
kejaksaan itu masih menunggu keputusan pengadilan. Ia tak menampik, bila dirinya sampai saat ini belum mengetahui secara pasti pupuk tersebut nantinya akan dialihkan kemana.

“Kita masih menunggu hasil keputusan pengadilan. Apakah nantinya disita oleh negara, atau disalurkan kembali kepada petani, bisa juga dilelang secara umum.” ucapnya

Pupuk-pupuk bersubsidi itu merupakan barang sitaan tim Kejari dari salah satu kios yang beroperasional di wilayah Kecamatan Kotabumi Utara.

“Bila ditotal jumlah pupuk bersubsidi yang dititipkan oleh pihak kejaksaan ada sekitar 65 ton. Terdiri dari 4 macam jenis. Mulai dari urea, NPK Phonska, ZA dan SP-36,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya tim penyelidik Kejari Lampung Utara menemukan adanya dugaan peristiwa pidana terhadap penyimpangan pupuk subsidi dimaksud. Diantaranya berupa laporan bulanan fiktif realisasi penyaluran pupuk subsidi oleh kios Enggal jaya arta 1 dan 2 kepada kelompok tani.

Meski statusnya telah dinaikkan ke tahap penyidikan. Mereka beralasan masih terus mendalami guna menemukan pihak-pihak yang nantinya patut dikenakan pertanggungjawaban secara pidana.

“Penyidik tengah mendalami peristiwa dugaan penyimpangan pupuk subsidi tersebut. Sehingga diharapkan nantinya dapat menemukan pihak-pihak yang patut dikenakan pertanggungjawaban secara pidana,” jelas Kasi Intel Kejari, I Kadek Dwi Ariatmaja beberapa waktu lalu. (Pranata Riano)

Sebelumnya : Pengecer Nakal, Kejaksaan Negeri Lampung Utara Sita 65 Ton Pupuk Subsidi

Komentar

Realita Lampung