oleh

Lima dari Enam Terduga Pelaku Perusakan Ditetapkan Jadi Tersangka

Hasil gelar perkara lima dari enam orang terduga pelaku provokator pada aksi anarkis yang mengakibatkan kerusakan pada fasilitas di Stasiun Kereta Api Blambangan Pagar ditetapkan Polres Lampung Utara sebagai tersangka.

Polres Lampung Utara menetapkan lima diantara enam pelaku sebagai tersangka setelah gelar perkara, yang berlangsung, Jum’at 23 September 2022.

Kelima orang pelaku itu ditetapkan sebagai tersangka pada penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Lampung Utara yang menjadi penyebab kaburnya pelaku Bandar Shabu yang sudah diamankan petugas di dekat stasiun KA Blambangan Pagar.

Kasat Reskrim Lampura AKP Eko Rendi Oktama membenarkan bahwa saat ini pihaknya sudah menetapkan kelima orang dari enam yang diamankan terduga provokator saat hendak menyerang petugas beberapa hari yang lalu itu sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara.

“Sudah jadi TSK 5 orang, dan 1 kita jadikan saksi,” kata Kasat Reskrim Lampura AKP Eko Rendi Oktama, SH, mewakili Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail, S.H, S.I.K., M.I.K.

Untuk kelima orang yang ditetapkan tersangka, Ungkap Kasat Reskrim Lampura itu iyalah berinisial SR (28), OK (21), YR (24), FF (28), dan RI (31) dan untuk kelima orang tersangka tersebut dikenakan pasal berlapis.

“Kelima terduga tersangka itu juga dapat dikenakan Pasal 170 KUHP, Pasal 406 KUHP tentang Pengrusakan yang dilakukan secara bersama-sana dan pasal Pasal 212 jo Pasal 214 KUHP,” terangnya.

Diketahui, berdasarkan pasal 170 (1) Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, (2) Yang bersalah diancam, 1. Dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.

Pasal 406, (1) Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 212, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Jo, Pasal 214, (1) Paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lehih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (RD/*)

Berita Terkait : Sempat Kabur, Terduga Bandar Narkoba Berhasil Diamankan Polisi

Komentar

Realita Lampung