oleh

SMAN 1 Kota Gajah Berharap Dibuka Kouta Guru ASN Atau PPPK

Kekurangan jumlah guru mata pelajaran di SMA Negeri 1 Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah disiasati dengan mengangkat sejumlah guru honorer. Konsekwensinya sekolah terbeban untuk membayar honor. Pihak sekolah berharap, segera dibuka formasi pengangkatan guru PNS atau PPPK di sekolah tersebut.

Waka Humas SMA Negeri 1 Kota Gajah Drs. Mashudi, M.Pd menuturkan, saat ini jumlah siswa mulai kelas X, XI dan XII di SMA Negeri 1 Kota Gajah sebanyak 1.232 orang siswa. Jumlah siswa tersebut terbagi dalam 36 rombongan belajar.

Sementara jumlah guru di SMA Negeri Kota Gajah sebanyak 75 orang yang terdiri dari 51 orang guru PNS dan 24 orang guru honorer. Ditanya apakah jumlah guru sudah memadai? Mashudi menjelaskan, kalau berdasarkan total guru yang ada jumlah itu sudah memadai. Karena sudah sesuai dengan ketentuan.

“Kalau hanya guru PNS saja kurang memadai, tapi kalau dengan guru honor sudah memadai,” ujarnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, karena kewajiban guru PNS berdasarkan jumlah jam mengajar minimal 24 jam, maksimal 40 jam mengajar. Jumlah itu dianggap memenuhi. Seorang guru mengajar 24 jam sudah cukup, mengajar 36 jam masih diperbolehkan.

“Artinya kalau semakin banyak (jam mengajar) semakin berat. Melelahkan kalau sampai 40 jam misalnya, walaupun itu boleh,” jelasnya.

Ditanya jumlah guru honorer yang mencapai 36 persen dari total guru apakah membebani sekolah? Mahmudi menjawab, sebetulnya itu tanggungjawab sekolah. Karena kuota penerimaan siswa baru yang menentukan kuota bukan pihak sekolah, melainkan Dinas Pendidikan.

“Kalau bisa (sekolah) menerima sekian jumlah rombel atau siswa. Ternyata terpenuhi. Walaupun konsekwensinya terjadi kekurangan guru PNS,” tandasnya.

Dia melanjutkan, akibatnya mengangkat guru honor dan membebani anggaran sekolah. Sedangkan tiap tahun SMA Negeri 1 Kota Gajah selalu mengusulkan penambahan guru PNS. Setiap tahun di Dapodik ada pendataan mana sekolah yang kekurangan guru atau kelebihan guru.

Tetapi dibandingkan sekolah yang lain, masih ada yang yang jumlah guru PNS nya sangat sedikit. Jauh lebih banyak guru honorer. Mungkin kami belum jadi prioritas, kami tidak tahu. Yang jelas disini juga kurang. Dan alokasi guru PPPK juga belum turun.

Ditanya berapa jumlah penambahan guru PNS yang diajukan SMA Negeri 1 Kota Gajah? Mashudi menjelaskan, perhitungannya berdasarkan jumlah jam dikurangi jumlah guru ada. Perhitungan berdasarkan aplikasi. Kebutuhan berdasarkan per mata pelajaran. Karena mata pelajaran satu dengan lainnya tidak sama.

“Misalnya kimia, sudah cukup. Matematika masih kurang. Tidak sama. Bersarkan jumlah yang diperlukan dari rombel itu, kemudian (jumlah) guru yang ada berapa. Nanti dihitung, kemudian akan muncul di aplikasi kekurangannya berapa,” imbuhnya.

Ditanya guru PNS mata pelajaran apa yang kurang? Dia menjawab bervariasi. Guru agama Islam kurang, guru PPKN, kemudian Matematika. Jadi ada yang kurang ada yang cukup. Olahraga juga kurang. Tergantung PNS yang sudah ada berapa, kebutuhan rombel itu berapa.

Ditanya apa harapan pihak SMA Negeri 1 Kota Gajah? Mashudi menuturkan, harapan sekolah dan harapan guru honor yang sudah mengabdi disini, dengan adanya program pengangkatan guru PPPK ataupun ASN, agar segera ada formasi pengangkatan dibuka di SMA Negeri 1 Kota Gajah.

“Sehingga bisa terpenuhi kebutuhan guru, dan akan mengurangi beban sekolah untuk membayar honor guru,” pungkasnya. (Willy Dirgantara)

Komentar

Realita Lampung