oleh

Usai Nonton, Pria Cabuli Gadis Dibawah Umur

Setubuhi gadis di bawah umur seorang pria berinisial SB berusia 25 tahun diamankan aparat Kepolisian Sektor Padang Ratu Polres Lamung Tengah Polda Lampung.

Pelaku persetubuhan atau pencabulan anak dibawah umur berinisial SB ini diketahui merupakan warga Kampung Sendang Ayu, Kecamatamln Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah.

SB diamankan oleh anggota Polsek Padang Ratu karena telah melakukan hubungan intim terhadap korbannya yang dilakukan pelaku di areal perkebunan jagung di wilayah Kampung Bandar Sari kecamatan setempat, setelah usai menonton hiburan jaranan, pada Selasa (4/10/2022) malam sekira pukul 22.00 WIB lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Padang Ratu, Kompol Rahmin, SH, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K, M. Si, Rabu (5/10/2022).

Menurutnya, peristiwa pencabulan terhadap gadis di bawah umur sebut saja bunga itu, bermula ketika korban hendak pulang dari menonton kuda kepang berboncengan dengan pelaku menggunakan sepeda motor.

Saat dalam perjalanan pulang, tepatnya di kebun jagung yang ada di Dusun VII Kampung Bandar Sari, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, pelaku memberhentikan sepeda motornya kemudian turun menuju kebun jagung.

“Selanjutnya pelaku merayu korban, untuk mengajak berhubungan badan namun korban menolak,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Kapolsek, pelaku membuka pakaian dan celana dalamnya sendiri. Kemudian, pelaku memaksa korban untuk melepaskan celana korban sebatas lutut.

“Karena dipaksa oleh pelaku, akhirnya korban menuruti kemauan pelaku,” tambahnya.

Tak berselang lama kemudian datang tiga orang warga yang memergoki pelaku dan langsung membawa korban dan pelaku menuju balai kampung.

Atas kejadian tersebut, korban bersama keluarganya melaporkan kejadian itu ke Polsek Padang Ratu.

Saat ini pelaku berikut barang bukti berupa pakaian yang dipakai korban telah diamamkan di Mapolsek Padang Ratu guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, ungkapnya.

Pelaku dijerat atas persetubuhan terhadap anak di bawah pasal 76 D Jo 81 UU RI no 17 tahun 2016 tentang Penetapan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 th 2002 tentang perlindungan anak, dihukum penjara paling lama lima belas tahun kurungan penjara,”demikian pungkasnya. (Rls/RD)

Komentar

Realita Lampung