oleh

Psikopat, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Berantai di Way Kanan

Aparat Kepolisian berhasil mengungkap pelaku pembunuhan berantai yang terjadi di wilayah Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung.  

Atas keberhasilan penangkapan pelaku pembunuhan itu Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna didampingi Kabag Ops Kompol Suharjono dan Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra langsung menggelar konfrensi pada Kamis 6 Oktober 2022.

Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna menjelaskan, kasus tindak pidana pembunuhan di TKP Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way kanan itu dilakukan oleh timbgabungan Tekab 308 presisi Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin.

Kedua orang yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pembunuhan itu berinsial D (17 ) dan  E (50) warga berdomisili di Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, dan hubungan keduanya merupakan anak dan ayah kandung, kata Kapolres.

Lebih lanjut disampaikannya, untuk kronologis kejadian telah datang warga ke Polsek Negara Batin pada 1 Juli 2022 lalu melaporkan orang hilang dengan identitas korban bernama Juwanda usia 26 tahun jenis kelamin laki-laki warga Kampung Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.  

Dalam laporan itu dijelaskan orang tersebut hilang tidak diketahui keberadaannya sejak 24 Februari 2022, karena ada kejanggalan atas perginya orang tersebut. Kemudian kepala desa berkoordinasi dengan Polsek Negara batin, lalu di lakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah ke salah satu pelaku.

Atas informasi yang didapat, dugaan petugas benar setelah melakukan introgasi berdasarkan pengakuan pelaku D, bahwa dia bersama E terlibat dalam pembunuhan korban Juwanda.

“Yang mana pelaku pembunuhan tersebut masih merupakan kakak tiri serta keponakan dari korban,” ungkap AKBP Teddy Rachesna.

Lebih jauh disampaikan Kapolres, korban dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika korban sedang tidur didalam rumah.

Setelah korban tak berdaya lehernya diikat dengan tali lalu diseret kedapur, sampai di dapur korban sudah tidak bernyawa lalu korban di angkut menggunakan mobil pick up dibawa ke areal tebu atau kebun singkong dan dikubur oleh pelaku.

Motif pelaku dikarenakan pelaku sering bertengkar dengan korban menyangkut masalah warisan.

Untuk kronologis penangkapan, kata Kapolres, pelaku ditangkap pada Rabu 5 Oktober 2022 sekitar pukul 07.00 WIB, salah satu pelaku D ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

Setelah diamankan dan dimintai keterangan pelaku diminta untuk menunjukan tempat dikuburnya korban. Selanjutnya anggota Polsek Negara Batin bersama dengan Perangkat Kampung setempat mendatangi lokasi diduga TKP kuburan korban Juwanda yang sempat dilaporkan hilang oleh warga Kampung Marga Jaya tersebut.

Berdasarkan pengakuan pelaku D saat beraksi melakukannya dia bersama tersangka E  yang merupakan orang tua kandungnya. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku E, Rabu 05 Oktober 2022 sekitar pukul 17.22 WIB, di Dusun Sukajaya, Desa Karang Raja, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan tanpa perlawanan.

Saat ini kami bersama tim inafis dan dokkes Bhayangkara Polda Lampung masih melakukan penggalian di lokasi yang diduga kuburan korban pembunuhan dan akan dilanjutkan untuk dilakukan outopsi, ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku E, dia mengakui dirinya telah melakukan pembunuhan lain terhadap empat korban.

Ya itu terhadap ayah kandungnya Zainudin (60), ibu tiri pelaku Siti Romlah (45), kakak kandung pelaku Wawan Wahyudin (55) dan terakhir ponakan pelaku bernama Zahra umur 6 tahun.

Pelaku diduga membunuh keempat korban sekaligus dalam satu waktu dengan menggunakan kapak dan terhadap korban Zahra dengan cara mencekik korbannya.

Kemudian keempat korban dibuang kesumur yang sudah digunakan sebagai septic tank dibelakang rumahnya, korban lalu oleh pelaku langsung ditutup dan dicor menggunakan semen.

Atas perbuatannya pelaku dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun. Namun perkara ini masih berkembang,  apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan akan kami kenai dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau semur hidup, kata Kapolres. (AM/RD)

Komentar

Realita Lampung