oleh

Wisata Kampung Tua Wiralaga Mesuji Lampung

Kampung Tua Wiralaga merupakan wisata sejarah dan edukasi yang ada di Desa Wiralaga I dan 2.
Kampung Tua Wiralaga sendiri merupakan perkampungan tradisional masyarakat Mesuji tertua di Kab Mesuji yang terletak di tepi Sungai Mesuji. Daya Tarik utama di Kampung Tua Wiralahga adalah sejarah dan arsitektur rumah milik masyarakat masih terjaga.

Dikutif dari laman IDN Times, sejarah Kampung Tertua di Mesuji yang Wajib Anda Ketahui. Membahas mengenai Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung memang akan selalu berkaitan dengan sejarah dari Provinsi Lampung itu sendiri. Menilik lebih jauh, di sini terdapat kampung tertua menyimpan banyak kisah sejarah.

Bagaimana sebenarnya sejarah dari kampung tertua di Mesuji dan apa saja kisah yang tersimpan di dalamnya? Semua akan dibahas secara mendalam di sini!

1. Wiralaga Kampung tertua di Mesuji

Dermaga Wiralaga Mesuji. (Instagram.com/sugihwibowo).

Kampung Wiralaga merupakan kampung tertua di Kabupaten Mesuji. Kampung yang telah ada sejak 1865 ini menyimpan banyak sekali sejarah bukan hanya memiliki kesan mendalam bagi Kabupaten Mesuji namun juga bagi Provinsi Lampung.

Kampung tertua di Mesuji ini berada di pinggir sungai-sungai besar bersama 8 kampung tua lainnya yaitu kampung sungai sidang, sungai Cambai, Sungai Badak, Nipah Kuning, Sri Tanjung, Kagungan Dalam, Talang Batu, dan Labuhan Batin.

2. Sejarah kampung tertua di Mesuji

Kabupaten Mesuji Lampung. (andalastourism.com)

Terbentuknya Kampung Wiralaga yang merupakan kampung tertua di Mesuji memiliki sejarah yang tak mungkin terlupakan.  Menurut sejarah, kala itu diadakan pemilihan Pasirah pada tahun 1865.

Pasirah adalah sebutan untuk kepala pemerintahan marga yang memiliki wewenang memerintah beberapa desa. Sistem ini ada pada masa Hindia Belanda.

Saat itu ada dua calon pasirah yang merupakan kakak beradik yaitu Muhammad Ali Bin Pangeran Djugal dan Muhammad Batun Bin Pangeran Djugal. 

Saat itu diduga sang adik yaitu Muhammad Batun Bin Pangeran Djugal melakukan taktik adu domba dan meraih kemenangan dengan cara yang tidak benar.

Sang kakak, Muhammad Ali Bin Pangeran Djugal pun merasa tidak senang dan akhirnya hijrah bersama para pengikutnya menuju daerah baru yang nantinya menjadi cikal bakal marga Mesuji di Lampung.

3. Bangun kampung mulanya rawa

IDN Times/Dhana Kencana

Muhammad Ali Bin Pangeran Djugal dan para pengikutnya pun mulai membangun sebuah kampung di pinggir sungai yang awalnya merupakan rawa-rawa. Ia membakar lahan rawa tersebut dan mulai bercocok tanam.

Desa pertama itu pun dinamai Desa Sungai Kabung Mesuji, nama ini sesuai dengan letak Desa yang berada dipinggir sungai.

Perjuangan Muhammad Ali berlangsung dari tahun 1865 sampai 1886 untuk membawa Desa Sungai Kabung Mesuji menuju kesejahteraan. Ia pun berhasil membawa sanak saudara dan beberapa suku lainnya untuk pindah ke Desa Sungai Kabung Mesuji pada tahun 1870.

Hingga pada akhirnya pada tahun 1886 pemerintah Hindia Belanda memberikan penghargaan pada Muhammad Ali berupa gelar yaitu Pangeran Mad karena keberhasilannya membangun Desa Sungai Kabung Mesuji sampai menuju kesejahteraan.

Kampung Sungai Kabung Mesuji inilah yang akhirnya berganti nama menjadi desa atau Kampung Wiralaga yang menjadi kampung tertua di Mesuji.

4. Mata pencaharian masyarakat

Dok. IDN Times

Mata pencaharian masyarakat di kampung Wiralaga beserta delapan kampung tua lainnya adalah menangkap ikan dan menebang kayu.

Hasil alam yang mereka dapat kemudian mereka jual ke kota, khususnya ke DKI Jakarta menggunakan kapal kayu buatan sendiri. Mereka harus mengarungi sungai dan laut selama dua hari dua malam untuk sampai ke Jakarta.

Saat itu moda transportasi memang sangat terbatas. Untuk transportasi jalur darat belum tersedia, di sekitar kampung pun dikelilingi dengan hutan belantara yang lebat, sehingga transportasi jalur laut adalah tumpuan utama masyarakat kala itu.

Pada saat ini Kampung Wiralaga tetap diakui sebagai kampung tertua di Mesuji. Setiap tahunnya diadakan festival di sungai Mesuji untuk merayakan hari jadi kabupaten Mesuji dan tentu saja festival ini berpusat di desa Wiralaga sebagai kampung tertua di Mesuji.

Mengungkap sejarah yang terjadi di Nusantara memang selalu memberikan inspirasi dan pesan mendalam. Sama halnya dengan sejarah kampung tertua di Mesuji yang baru saja dibahas. Semoga ada manfaat dari sejarah tersebut yang dapat diaplikasikan di kehidupan masa kini. (**)

• Diskominfo Mesuji & IDN Times

Komentar

Realita Lampung