oleh

Polisi Ringkus Dua Orang Spesialis Bobol ATM Lintas Provinsi

Polisi meringkus dua orang kawanan spesialis pembobol mesin anjungan tunai (ATM) yang telah melancarkan aksinya puluhan di wilayah Provinsj Jawa dan Lampung. 

Kawanan pembobol ATM yang juga residivis itu diringkus aparat Satreskrim Polsek Natar Polres Lampung Selatan Polda Lampung, dan atas keberhasil petugas kepolisian tersebut menangkap kedua pelaku Polsek Natar langsung menggelar jumpa pers pada, Sabtu (29/10/2022).

Kapolsek Natar, Kompol Enriko Donal Sidauruk mewakili Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin menjelaskan, kedua pelaku yang diringkus tersebut merupakan residivis.

Terakhir kali melakukan aksinya para pelaku pembobol mesin ATM itu terekam CCTV yang ada disalah satu rumah sakit.

Dari pengakuan pelaku, mereka telah melakukan aksi kejahatannya puluhan kali baik di wilayah Provinsi Lampung maupun di pulau Jawa, dan baru-baru ini aksi para pelaku pembobol ATM dilakukannya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Lebih lanjut dijelaskannya, dari video rekaman cctv yang terpadang disebuah gerai ATM terlihat dua pelaku saat mendekati mesin ATM dan melancarkan aksinya dengan cara mendongkel mesin ATM menggunakan kawat, pengakuan pelaku dalam satu kali menbobol atm membawa kabur uang tunai jutaan rupiah.

Kedua pelaku dikethaui berinisial SIbdan WH warga Kabupaten tanggamus dari tanggan kedua pelaku polisi mendapati barang bukti berupa,uang tunai senilai dua juta enam ratus ribu rupiah, satu buah kawat yang gunakan pelaku untuk menggajal atm, satu buah kartu atm, satu buah obeng kecil dan satu unit mobil.

Disampaikan Kompol Enriko dua pelaku spesialis bobol mesin atm antar lintas provinsi yang telah melancarkan aksi kejahatannya puluhan kali itu telah ditangkap dan satu pelaku lainnya masih DPO.

Pengakuan pelaku SI, dia melancarkan aksi kejahatanya bobol mesin atm belajar dari media sosial atau youtube dan memperaktiknya. Dia juga melakukan bobol mesin atm bukan hanya di Lampung tapi juga di pulau jawa yang telah puluhan kali dilakukanya bersama rekan-rekannya tersebut.

Pasal yang diterpakan kepada kedua pelaku yakni Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara. (NL/RM)

Komentar

Realita Lampung