oleh

Menuju Pilkada, 21 Nama Masuk Pengamatan DPD PKS Lampung Utara

Sejumlah tokoh mulai masuk ke dalam pengamatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lampung Utara untuk ikut dalam Pilkada yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang.

Tokoh-tokoh itu berasal dari internal dan eksternal Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Lampung Utara. Sebagaimana dikatakan Rahmatullah selaku sekretaris DPD PKS setempat, Selasa 5 Maret 2024.

*Untuk Pilkada mendatang, sedikitnya ada sekitar dua puluhan nama yang masuk dalam pengamatan kami,” kata Rahmatullah.

Disampaikannya, ada 21 nama, dan nama-nama tersebut tidak hanya berasal dari internal partai melainkan juga berasal dari luar partai.

Tokoh-tokoh yang nama-namannya masuk pengamatan tersebut dinilai layak untuk maju dalam Pilkada mendatang.

Dari internal partai, terdapat nama seperti Mardani Umar, Agung Utomo, Amrullah, Cucu Mulyono, M. Nuzul Setiawan, Tri Purwo Handoyo dan Ria Kori.

Adapun dari kalangan eksternal, nama yang muncul diantaranya Ardian Saputra (Wakil bupati Lampung Utara saat ini), Aprozi Alam, Guntur Laksana (Golkar) , Wansori (Demokrat) M. Yusrizal (Gerindra), Yose Rizal (PDIP), imam Syuhada (NasDem), Sandi Juwita, Hery Yanto, dan Cerly dari Partai NasDem.

Selain itu juga ada nama Hamartoni Ahadis (Profesional), Sofyan (Profesional) dan Endah Kartika Prajawati (Profesional). “Elektabilitas mereka masih terus kami amati,” jelas Rahmatullah.

Selain melakukan pengamatan, lanjutnya, DPD PKS Lampung Utara juga akan melakukan penjajakan dengan partai politik lainnya. Dukungan dari partai lain merupakan sebuah keharusan. Karena perolehan kursi mereka tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri.

“Komunikasi dengan rekan-rekan partai politik lain masih terus dibangun,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai alasan mendasar masuknya nama istri mantan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara ke dalam pengamatan mereka, Rahmatullah mengatakan, sosok Endah masih cukup dekat dengan kalangan perempuan. Kecintaan kaum emak-emak pada yang bersangkutan tidak luntur meskipun suaminya tidak lagi menjabat sebagai Bupati Lampung Utara.

“Pertimbangannya juga antara lain adalah pemimpin perempuan. Selama ini, Lampung Utara sepertinya belum pernah dipimpin oleh pemimpin perempuan,” ungkapnya. (**)

Komentar

Realita Lampung