oleh

DPO Pelaku Pengeroyokan di Pesta Orgen Tunggal Berhasil Ditangkap

Pesisir Barat – Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Presisi Satreskrim Polres Pesisir Barat berhasil mengamankan pelaku DPO tindak pidana kasus Pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia pada saat Pesta Organ Tunggal di Pekon Tulung Bamban Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat pada, Kamis (28/03/2024).

Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsayhendra S.I.K., M.H. diwakili Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat AKP Riki Nopariansyah S.H., M.H., membenarkan bahwa Satreskrim Polres Pesisir Barat telah mengamankan DPO pelaku Pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia yang berinisial AM (28) alamat Dusun Sukabanjar Pekon Balai Kencana Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat.

Penangkapan terjadi Pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2024 sekira Pukul 16.00 wib , Tim Tekab 308 Presisi Sat Reskrim Polres Pesisir Barat yang dipimpin oleh Kaurbinopsnal Sat Reskrim Ipda Samuel Juan Millennio, S.Tr.K mendapatkan Informasi tentang keberadaan Terduga Pelaku tersebut sedang berada di kediamannya Dusun Sukabanjar Pekon Balai Kencana, Krui Selatan, Pesisir Barat.

Sekira Pukul 17.00 sesampainya di lokasi tim berhasil mengamankan terduga pelaku inisial AM (28) setelah itu terduga pelaku di bawa menuju Mako Polres Pesisir Barat untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan Pemeriksaan terhadap pelaku oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Pesisir Barat. Pelaku mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan pengeroyokan bersama rekan-rekannya yang sudah di amankan terlebih dahulu inisial DF (19), insial RS (20), inisial SY (20), inisial GD (19) dan inisial AR (20) dengan menggunakan Senjata Tajam dan Benda Tumpul pada hari Jumat tanggal 27 Oktober 2023 pada saat Pesta Orgen di Pekon Tulung Bamban, Pesisir Selatan, Pesisir Barat yang mengakibatkan korban LPS (19) mengalami luka didada, dikepala, dilengan kiri, didahi dan dipunggung hingga menyebabkan meninggal dunia di tempat kejadian,” ungkap Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara. (Rls/Red)

Komentar

Realita Lampung