Berpotensi Rugikan Negara, 250 Meter P3TGAI Tiyuh Gading Kencana Tubaba Bermasalah

TUBABA (RL) : Yusen Kaesaline, Penyidik Ditjend Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama team Konsultan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji melakukan peninjauwan terhadap pekerja’an Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang berada di Tiyuh Gading Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada Rabu, 14 Juli, 2021, sore.

Hasil pengecekan pekerjaan yang dianggarkan senilai Rp.195 juta itu, mereka menemukan adanya kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Kelompok Tani penerima program dalam proses pekerja’an.

Kesalahan itu ya lah dengan sengaja membangun irigasi langsung ditempat tanpa dicetak terlebih dahulu sepanjang 250 meter, dari volume keseluruhan sepanjang 700 meter lebih.

Atas temuan inilah Poktan Tiyuh Gading Kencana penerima P3TGAI yang diketuai oleh Rozi ini disinyalir dapat menimbulkan korupsi, karena berpotensi merugikan negara dan para petani.
Beruntung, kesalahan itu dapat diketahui tim Konsultan dan Penyidik Ditjend SDA, sehingga gagal terjadi.

Akibat dari kesalahan tersebut, Yusen Kaesaline, Penyidik Ditjend SDA PU-PR meminta Poktan penerima program yang diketuai oleh Rozi itu untuk bertanggung jawab sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Itukan yang salah sepanjang 250 meter, jadi konsekuensinya mereka harus menambah volume panjang sesuai kerugian para petani,” ujarnya.

Yusen juga mengatakan, terkait kesalahan pencetakan, mereka telah memberikan arahan kepada Poktan penerima program, namun jika tidak diindahkan maka akan dilimpahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kesalahan tata cara pencetakan, Kami arahkan membuat beton cetak ini secara benar. Akan kita hitung volumenya, karena dengan mencetak ditempat mengurangi beberapa aitem. kualitas juga harus sesuai teknis kita, selagi dia mau memperbaiki sesuai teknis yang sudah kita arahkan tidak akan kita bawa ke ranah hukum, tapi jika masih tidak mau, maka akan kami bawa keranah hukum,” tegasnya. (JL/RD)

Komentar