Melalui Upaya Persuasif DPO Kasus Curat Menyerahkan Diri

Melalui langkah persuasif yang dilakukan jajaran Polsek Terusan Nunyai Polres Lampung Tengah Polda Lampung terhadap seorang warga yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) akhirnya menyerahkan diri. 

TN umur 36 tahun masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO oleh aparat Kepolisian itu diduga kuat terlibat dalam aksi kejahatan ya itu tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) dan lolos ketika dilakukan penyergapan oleh polisi. 

Alhasil setelah dilakukan langkah persuasif DPO tersebut menyerahkan diri ke Mapolsek Terusan Nunyai Polres Lampung Tengah Polda Lampung pada, Sabtu 13 Agustus 2022 lalu. 

Sebagaimana dikatakan Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, SIK, M.Si, melalui Kapolsek Terusan Nunyai, AKP Tarmuji, SH, yang menerangkan bahwa seorang warga Gunung Batin Baru tersebut diduga telah melakukan aksi pencurian dirumah korbannya pada, Senin 27 Juni 2022 lalu, dan korbannya masih tetangga pelaku atau DPO yang telah diamankan jajarannya tersebut. 

“Sebagai bukti untuk keabsyahan kasus tersebut, pelaku telah berhasil membawa kabur satu unit speaker aktif dan satu buah tabung gas milik korbanbya,” kata AKP Tarmuji, SH, Minggu 14 Agustus 2022.

Lebih lanjut dijelaskannya, atas kejadian itu dan merasa dirugikan korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Terusan Nunyai Polres Lampung Tengah Polda Lampung. Selanjutnya polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk melakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah warga atau saksi, sehingga akhirnya petugas berhasil mengidentifikasi jejak dan identitas pelaku. 

“Petugas saat itu langsung melakukan penyergapan, tapi pelaku masih sempat lolos, sehingga ia masuk dalam daftar pencarian orang,” jelas AKO Tarmuji.

Lalu pihaknya melakukan upaya pendekatan terhadap pihak-pihak yang tersentuh serta mengimbau agar pelaku segera dapat menyerahkan diri karena cepat atau lambat dipastikan tertangkap, dan jika pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas, maka mau tidak mau polisi akan dilakukan tindakan tegas.

“Himbauan itu kami lakukan pada hari Selasa 9 Agustus lalu, dan pada hari Sabtu

 13 Agustus 2022 dengan diantarkan oleh pihak keluarganya pelaku menyerahkan diri ke Polsek Terusan Nunyai, setelah diminta keterangan oleh petugas, pelaku mengaku telah mengambil sejumlah barang-barang milik korban di malam hari, sebagai mana yang dilaporkan korbannya,” ungkap AKP Tarmuji.

Saat ini, tambahnya, pelaku masih dalam proses jajarannya dan sudah diamankan di Mapolsek Terusan Nunyai termasuk barang buktinya. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku akan dijerat dengan pelanggaran Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara, pungkasnya. (GN/Basuri)

Komentar