Petani Singkong Demo, Minta Pemerintah dan Perusahaan Stabilkan Harga

Personel Polres Lampung Utara saat mengawal berjalannya aksi para petani singkong yang berlangsung, Rabu 21 Oktober 2020. 

Realita Lampung – Gabungan masyarakat dalam persatuan petani singkong di Kabupaten Lampung Utara menyuarakan pendapat dan menyampaikan usulan agar harga singkong dapat dinormalisasikan dan mengurangi rapaksi atau pemotongan untuk biasa kembali kekententuan sebelumnya.

Aksi aliansi masyarakat petani singkong itu dari pusat berkumpulnya di simpang empat Kotabumi kemudian berlangsung menyuarakan pendapat di titik aksi di PT Teguh Wibawa bakti Perkasa, Lampung Utara, Rabu 21 Oktober 2020.

Merwan perwakilan masyarakat petani singkong saat menyampaikan permintaan penyesuaian harga jual singkong dan pemotongan harga jual, Rabu 21 Oktober 2020.

Dikatakan, perwakilan masyarakat, ada dua poin yang ditekankan para petani singkong di daerah setempat karena harga jual dan potongan dirasakan sangat membebani mereka selaku petani singkong.  

“Yang pertama kami menuntut harga singkong minimal Rp1.400 untuk harga terendah, kemudian yang kedua mengenai pemotongan, potongan yang kami minta maksimal itu 14, karena saat ini harga jual Cuma Rp840 kemudian potongan 28, ini aksi kami untuk petani singkong di Lampung Utara,” kata Merwan.

Rizky Apriyansyah koordinator lapangan (Korlap) aksi petani singkong Lampung Utara, ketika diwawancarai awak media, Rabu 21 Oktober 2020.

Dilanjutkan Rizky Apriyansyah selaku koordinator lapangan (Korlap) aksi para petani singkong di Kabupaten Lampung Utara itu, mereka merasa keputusan dalam program yang ada tidak berpihak kepada petani dan oleh karena itu para petani singkong minta untuk dinormalkan kembali harga jual dan penurunan harga pemotongan dari pihak perusahaan tapioka di daerah tersebut.

“Kami mewakili kawan-kawan dan saudara-saudara kita, ia itu masyarakat Lampung Utara khususnya petani singkong, dengan keputusan hari ini kami tidak puas karena keputusan program-programnya tidak sesuai,” ujar Rizky Apriyansyah, seraua melanjutkan, “Kami minta harganya dinaikan dan pemotongan diturunkan,” lanjutnya. (Red/*)

Komentar