Polisi Polres Tanggamus Ungkap Kasus Pembunuhan

Pelaku Mengaku Bayaran Hubungan Sejenis Selalu Kurang


TANGGAMUS (RL) : Jajaran Polres Tanggamus Polda Lampung berhasil menggungkap pelaku kasus pembunuhan terhadap Dede Saputra (32 tahun) warga Dusun Kebon Kelapa, Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, motif pelaku melakukan pembunuhan karena dendam.

Berhasilnya menggungkap pelaku kasus pembnuhan ini, kerja keras tim gabungan dari Tekab 3, 08 Polres Tanggamus dan Polsek Pugung mengamankan dua orang pelaku, keduanya berinisial BM (21 tahun) warga Kecamatan Talang Padang, Tanggamus dan SA (33 tahun) warga Desa Nabang Sari, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Pengungkapan pembunuhan ini disampaikan dalam jajaran Polres Tanggamus melalui konferensi pers yang dibuka oleh Kabag Ops, Kompol Bunyamin, SH. MH, mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya, SIK, bersama Kasat Reskrim, Iptu Ramon Zamora, SH, Kasubbag Humas, Iptu M. Yusuf, SH, Kasi Propam, Iptu Ujang Srikandi dan Kanit Reskrim Polsek Pugung Aipda David Sahibulah, di Mapolres setempat, Kamis (15/7/2021).

Disampaikan, Iptu Ramon Zamora bahwa jajaran Polres Tanggamus telah berhasil menggungkap kasus pembunuhan atas nama korban Dede Saputra warga Dusun Kebon Kelapa, Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang. Konfrensi pers itu dilaksanakan dengan menghadirkan seorang tersangka, sedangkan seorang tersangka lainnya tidak dapat dihadirkan karena hasil swab antigen dinyatakan reaktif covid-19.

Menurutnya, kedua tersangka yang diamankan tersebut merupakan teman dekat korban (Dede Saputra), mereka berinisial BM SA (33). Penangkapan terhadap keduanya setelah dilakukan penyelidikan dari peristiwa penemuan mayat tanpa busana dan tanpa identitas di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung. Setelah melalui serangkaian identifikasi terungkap identitas korban bernama Dede Saputra.

Atas perintah Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya, SIK, lanjut Kasat Reskrim Iptu Ramon Zamora menjelaskan, kemudian Polres bersama Polsek Pugung membentuk 3 tim untuk mengungkap pelaku pembnuhannya. 

“Lalu, tempo 24 jam pelaku SA ditangkap dirumahnya di Desa Nabang Sari, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, selanjutnya dilakukan pengembangan kemudian melakukan penangkapan kepada BM, di Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus,” jelasnya.

Diungkapkan Kasat, awal kronologis kasus pembunuhan tersebut, pelaku BM menjemput korban sementara SA bersembunyi di lokasi yang direncanakan yakni kebun pepaya milik warga di Dusun Kebumen, Pekon Banjar Agung, Kecamatan Pugung.

Usai melakukan hubungan sejenis di gubuk itu, BM yang tidak terima diberi bayaran Rp300 ribu dari yang dijanjikan Rp500 ribu langsung melakukan penikaman terhadap korban. Kemudian ZA membantu dengan melakukan pemukulan kepala korban menggunakan batu. 

Setelah diyakini meninggal kemudian keduanya memasukkan korban ke plastik yang sudah disediakan oleh BM. Lalu, dengan motor korban, keduanya membuang mayatnya ke TKP ditemukan mayat.

Setelah itu keduanya berpisah di Kuburan Sukaraja Talang Padang, BM membuang pisau dan baju korban ke sungai Sumanda dan selanjutnya kembali menemui SA mengantarnya membawa sepeda motor ke arah Natar, dengan membawa kabur motor, handphone dan uang korban.

“Motif kedua tersangka melakukan pembunuhan karena dendam. Sebab, korban sering ingkar janji. Dengan menjanjikan bayaran Rp700 ribu usai melakukan hubungan sejenis namun hanya dibayarkan Rp300 ribu, juga setelah korban menikah pelaku tidak pernah lagi mendapatkan uang dari korban,” papar Kasat.

Kasat menambahkan, berdasarkan hasil visum RS Bhayangkara, ditubuh korban ditemukan 24 luka tusukan di bagian dada dan luka di kepala karena benda tumpul.

“Atas perbutannya, kedua pelaku diancam dengan Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman kurungan seumur hidup, kemudian Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman kurungan 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan tersangka BM, dia merasa sering dibohongi korban soal bayaran usai berhubungan sejenis, BM merencanakan pembunuhan pemilik konter handpone Dede Cell dengan menghubungi SA.

Dikatakannya, dia kenal dengan Dede Saputra pada tahun 2019 saat dirinya sering bermain futsal di Talang Padang, korban sering nongkrong dilokasi tersebut karena pemilik futsal adalah rekan korban.

Pada awal tahun 2020, ia mulai intens berhubungan saat ingin menukar HP, korban menolak ditambah uang dan mengajak pacaran. Awalnya ia menolak berpacaran karena selalu dijanjikan uang terus sehingga ia akhirnya setuju.

“Saat mulai intens, pertama kali melakukan hubungan sejenis dan sering dilakukan di konter Dede Cell milik korban, selain itu sudah sering kali termasuk di rumahnya dan hotel,” kata BM.

Namun, karena merasa sakit hati korban sering ingkar janji usai melakukan hubungan sejenis, bersama SA kemudian merencanakan pembunuhan. Dikesempatan itu juga dia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

“Saya minta maaf kepada keluarga atas perbuatan tersebut, saya menyesal dan khilaf melakukan pembunuh,” ucapnya.

Ditemui usai swab antigen, pelaku SA mengakui dia akan menikah pada bulan ini. “Bulan ini nikah, sudah sebar undangan dikit. Saya kecewa enggak jadi nikah,” ujarnya singkat. (NN/RD)

Komentar