Ramainya Aksi Penolakan Omnibus Law, Bupati Tanggamus Ajak Media Menciptakan Suasana Sejuk

Realita Lampung – Peran media massa ditengah masa pandemi dan ramainya aksi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law diharapkan bisa menyajikan pemberitaan yang mengedukasi dan menyejukkan masyarakat.

Sebagaimana dikatakan Bupati Tanggamus, Hj Dewi Handajani saat menggelar rapat bersama pengurus dan jajaran Kewaspadaan Dini di Ruang Rapat Bupati, Selasa 13 Oktober 2020 kemarin sore.

Rapat bersama yang diikuti Kapolres AKBP Ony Prasetya, Dandim 0424 Tanggamus Letkol Arman Aris Sallo, Kajari David Palapa Duarsa, Sekdakab Hamid H Lubis, para Asisten, Kepala Dinas, Kepala dan Kepala Pos Polairut Kota Agung itu menindaklanjuti hasil rapat koordinasi bersama Gubernur dan Forkopimda Lampung, pada Senin 12 Oktober 2020, dalam menyikapi adanya penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Dalam rapat itu Gubernur Lampung meminta masing-masing kepala daerah bisa berkoordinasi dengan seluruh elemen agar jangan sampai adanya aksi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dimanfaatkan untuk menimbulkan kegaduhan dan tindakan anarkis.

“Jadi kita semua memiliki tugas untuk mensosialisasikan dan mengedukasi terkait dengan Undang-Undang Cipta Kerja ini secara masif dan sistematis, sehingga masyarakat tahu dan tidak mudah terprovokasi,” kata Hj Dewi Handajani.

Bupati Tanggamus ini juga meminta agar sosialisasi dilakukan dengan melibatkan unsur yang ada, seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan elemen-elemen lainnya, sehingga sosialisasi dan edukasi yang dilakukan dapat meluas.

“Saya harapkan dari pertemuan ini menindaklanjuti rapat kemarin, kita harus membuat langkah-langkah konkrit. Pembagian tugas apa yang harus dilakukan terkait dengan masalah sosial distancing, edukasi. Kita juga harus menjaga anak-anak kita, meskipun SMA/SMK kewenangan Provinsi tetapi Gubernur minta ini menjadi tugas bersama,” ujarnya. 

Lalu Bupati Hj Dewi Handajani juga mengharapkan bantuan dari media massa untuk ikut menyajikan pemberitaan yang mengedukasi dan menyejukkan masyarakat.

“Jangan ada pemberitaan yang nanti headlinenya justru menyulut atau menyampaikan berita yang tidak utuh. Jadi kawan-kawan media juga harus diajak duduk bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif, sehingga nanti jangan sampai ada pemberitaan yang nanti dapat membuat kegaduhan dan memperkeruh suasana,” ucap Bupati. (***) 

Pewarta: Budi/ KM

Komentar