Surat Kaleng Jual Beli Jabatan Sulit Disikapi

Lampung Tengah – Jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Tengah dikagetkan dengan adanya sebuah surat kaleng yang sengaja dikirimkan ke Gedung Graha PWI Lampung Tengah, pada Selasa (17/5/2022), sekitar pukul 13.10 WIB.

Ketua PWI Lampung Tengah Ganda Hariyadi, mengungkapkan surat kaleng yang dikirim tersebut, nama pengirimnya Drs. Hermansyah MM sesuai tertera disudut kiri amplop itu.

” Surat tersebut resmi terstempel dikirim melalui jasa Pos dan Giro dengan tanggal 10 Mei 2022 yang berasal dari Atas Nama Drs. Hermansyah, MM dengan alamat Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung,” Ucapnya, di Gedung Graha PWI Lampung Tengah, Rabu (18/5/2022).

Ganda membeberkan isi surat yang diterima pihaknya, yang berisikan adanya transaksi ‘jual beli’ jabatan terhadap para aparatur sipil negara (ASN) yang berminat menduduki jabatan strategis dengan dipungut mahar mencapai ratusan juta rupiah yang di duga dilakukan Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lampung Tengah, dengan menunjuk kroninya untuk melakukan praktek tersebut.

Dalam surat itu, terus Ganda, disebut pula 7 orang nama pejabat yang telah dihubungi kroni yang ditugaskan. Setelah dana mahar itu terkumpul melalui 6 orang kroni itu, baru disetorkan kepada Sekretaris Daerah atau cukup dengan Kepala BKPSDM. Dana mahar tersebut sebagai mana tertulis di ‘Surat Kaleng’ itu, seolah diperuntukkan sebagai uang taktis Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah.

ia menilai isi dari surat itu sulit untuk disikapi, karena si ‘pengirimnya’ ketika akan konfirmasi ternyata tidak bisa dihubungi.

” Keabsyahan isi dari surat gelap ini, saya juga mencoba konfirmasi Kepala BKPSDM Lampung Tengah, beliau menjawab sangat simpel dan gamblang sekali, semoga yang membuat fitnah ini, mendapat hidayah dan terima kasih atas Infonya’, ” beber Ganda.

Menurutnya, benar atau tidaknya makna dari ‘Surat Kaleng’ yang dibuat tanggal 15 April 2022 itu, tetapi yang namanya informasi tetap pihaknya jadikan sebagai bahan informasi, sesuai tupoksi.

” Silahkan pihak berwenang dan terkait untuk mengkaji, menelusuri dan mengusut untuk membuktikan itu semua, jika memang itu benar adanya, ” tegas Ganda.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan Konfirmasi terhadap Sekretaris Daerah maupun Bupati Lampung Tengah, namun selama ini ‘terkesan’ sangat tertutup dan terhalang, karena akses itu tidak ada celah.

” Kami telah berupaya untuk konfirmasi, tetapi kami merasa akan menghubungi siapa untuk mengkomunikasikannya ?, sementara kami akan melalui pihak Diskominfotik, institusi itu sangat sulit untuk diajak komunikasi, padahal Diskominfotik itu merupakan corong dari Pemerintah, tapi sebaliknya terkesan alergi terhadap kritik, ” kata Ganda. (Basuri/BW)

Sebelumnya diberitakan: Heboh! Dugaan Jual Beli Jabatan di Lampung Tengah

Komentar