LAMPUNG TIMUR – Sering terjadinya kekosongan Pertalite di SPBU 24.343.144, yang berlokasi di Jalan Raya Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, diduga karena pengecoran BBM ilegal. Disebutkan ada keterlibatan oknum Polisi, yang menjadi beking SPBU yang lebih dikenal dengan Nama pom “DODO” tersebut.
Teka-teki selalu kosongnya BBM subsidi jenis Petalite mulai terjawab. Selasa (02/01/2023,) tidak sengaja Realitalampung.com melintas di arah Desa Sidodadi. Di satu rumah warga terlihat aktivitas yang mencurigakan. Tampak jejeran derigen berisi Pertalite sedang diangkut oleh beberapa orang dengan menggunakan sepeda motor.
Saat dikonfirmasi, pemilik rumah yang mengaku kerabat seorang karyawan SPBU 24.343.144 (Pom Dodo) yang bernama Edi. Dia mengatakan bahwa Pertalite itu berasal dari Pom Dodo dari hasil mengecor. Bahkan dia juga mengaku setor ke oknum polisi yang menggunakan mobil Patroli sebesar 20.000 rupiah perorang.
Diperkirakan jumlah pengecor BBM kurang lebih ada 50 orang yang semuanya terkordinir dengan Baik. Hal ini terlihat dari buku catatan yang dipegang oleh pemilik rumah tersebut. Tertulis juga di selembar papan nama-nama anggota kelompok pengecor Pertalite di lokasi.
“Kami tidak bekerja sama dengan Pom. Kalau untuk Polisi ada setoran 20 ribu per orang. Namanya saya tidak tahu dan Polisi itu mengendarai mobil patroli,” jelasnya.
Dia mengakui, jumlah pengecor ada sekitar 50 orang. Dan kalau Pertalite datang mereka diberi kabar oleh petugas pom yang bernama Edi. Informasi kedatangan mobil tangki pengangkut BBM disampaikan Edi melalui sambungan telephone selular. Edi merupakan kakak dari pemilik rumah ini
Pemilik rumah melanjutkan, setiap BBM Pertalite turun ke Pom, kakaknya yang bernama Edi akan memberi kabar via telepon agar para pengecor datang dan melakukan pengecoran.
Joni, Warga Desa Sumbergede, Kecamatan Sekampung, mengaku kecewa dengan kondisi Pom yang sering tidak tersedia BBM subsidi jenis Pertalite terutama di SPBU 24.343.144 (Pom Dodo). Akibatnya dia terpaksa membeli BBM non subsidi jenis pertamax yang harganya sangat tinggi.
“Bukannya pengecoran BBM subsidi di Pom itu dilarang? Dan malah ada oknum aparat kepolisian yang memback up. Mohon di usut tuntas sehingga pertalite bisa tersedia lagi,” ujarnya.
Dia menambahkan, memang selama ini setiap pagi puluhan pengecor dengan bebas berbaris di sini. Dan mereka dengan terang-terangan melakukan pengecoran BBM jenis Pertalite,” pungkasnya. (Harun Al Rasyid)
Komentar