oleh

Tokoh Tani Milenial, Angga Frandika Bertekat Bantu Petani dengan Pisang Cavendish

Realita Tanggamus – Meski minat bertani semakin menurun, ternyata masih ada sebagian generasi milenial di Indonesia yang justru meliriknya.

Seperti yang dilakukan oleh Angga Frandika seorang Kepala Cabang PNM Ulamm Kota Agung melirik sektor pertanian pisang cavendish.

Sebelumnya tidak pernah terbersit di hati Angga Frandika untuk melirik dunia pertanian. Angga Frandika yang saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang PNM Ulamm Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Angga Frandika

Pria kelahiran Teluk Betung, pafa 11 Maret 1990 ini menempuh pendidikan dasar di SDN 02 Kuripan meneruskan pendidakan SMP Muhammadiyah dan SMAN 1 Kota Agung dan dia saat ini adalah salah seorang Sarjana Informatika lulusan STIMIK Pringsewu, Kampus Kota Agung.

Semua niatnya untuk membangun semangat dibidang pertanian ini berawal saat Angga Frandika melihat banyaknya debitur PNM Ulamm yang kesulitan dalam membayar angsuran akibat keterpurukan ekonomi selama masa pandemi covid-19.

Berawal dari niat untuk tetap mempertahankan daya bayar debitur terhadap kewajiban bayar setiap bulan, maka pria kelahiran Teluk Betung ini mulai merencanakan suatu usaha yang banyak melibatkan petani debitur PNM Ulamm, terutama debitur PNM Ulamm Cabang Kota Agung dengan membentuk suatu usaha system kemitraan. Yang dia yakini akan dapat membantu para debitur untuk membayar angsuran.

Dengan bertekat untuk membantu sesama maka Angga Frandika mulai menghimpun petani-petani debitur PNM Ulamm untuk bergabung bersama-sama mengembangkan bisnis pertanian pisang cavendish.

Anak muda yang saat ini berusia 30 tahun ini, tidak menyangka malah menemukan panggilan hati di bidang yang sempat tidak dipandang oleh keluarganya.

Dia mengaku bahwa dirinya ingin memberikan dampak positif atau hal yang baik bagi lingkungan bukan justru kehadirannya justru memberi beban bagi lingkungan dan terutama mitra PNM Ulamm dalam hal ini debiturnya .

“Itulah momen yang membuat saya berpikir untuk melakukan pertanian pisang cavendish, karena memang saat ini pisang cavendish adalah salah satu jenis pisang yang mempunyai nilai jual tinggi dan di gemari para eksportir dan perawatannya cukup mudah kok,” jawab Angga saat di wawancarai RealitaLampung.com

Menurut Angga, terkait pengadaan bibit dan saprodi dengan rekan mitranya. “Apa saja kita tanggung, sebenernya petani cukup mempunyai lahan dan merawat untuk di tanam pisang dari segala bentuk bibit pupuk dan obat-obatan semua Insya Allah disediakan untuk kebutuhan pisang yang di tanam,” ujarnya.

Terkait dengan tujuan Angga membuat kemitraan menyasar para petani yang tidak mempunyai modal, target utamanya, merubah perekonimian petani, dikarenakan petani sebenarnya mereka bukan tidak mau berkecimpung dalam jumlah yang banyak akan tetapi mereka terbentur dalam modal dan dengan modal kemitraan ini Angga yakin akan merubah sedikit perekonomian petani walau tidak signifikan akan tetapi apabila sudah ada hasil minimal satu kali panen mereka (petani) bisa untuk membuat modal penanaman yang mereka inginkan, lanjut Angga.

Angga berharap dengan adanya kerjasama kemitraan ini akan sedikit merubah perekonomian atau keuangan dan sedikit merubah pola pikir petani dan cara bertani yang sesuai dengan pola pertanian yang di anjurkan pemerintah.

“Nah dari sini mungkin kedepannya setelah ada hasil dari pisang petani mungkin bisa menanam yang lain misalkan yang sangat dibutuhkan pada saat pendemi covid 19 ini yaitu jahe merah kalau dengan skala besar akan menghasilkan besar juga,” kata Angga Frandika.

Kondisi saat ini Angga telah mempunyai kemitraan 10 hektar dengan jumlah tanaman 20.000 batang dan akan membuka kemitraan sampai di daerah Lampung Barat dengan target di tahun 2021 ini 100.000 batang yang akan tertanam. (AS/Red/*)

Komentar

Realita Lampung