Lampung Utara (RL) – Melihat kegiatan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kotabumi Lampung Utara yang tetap berusaha mengait rejeki meski di ruang yang terbatas.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kotabumi, Endang Lintang Hardiman melalui Kasubsi Sarana Kerja Lapas setempat, Andrio Sangun mengatakan, saat ini jajarannya tengah berusaha menciptakan lapangan pekerjaan bagi para warga binaan walaupun di dalam ruang terbatas namun itu tidak harus mengilangkan kreatifitas dan imajinasi.
Selama ini stigma suasana di dalam penjara itu begitu buruk. “Untuk itu kita berupaya walau sulitnya membangun kepercayaan dan maindset masyarakat di luar tentang kehidupan dan organisasi di dalam penjara. Ini bukan sekedar konsep pencitraan. Tapi ini adalah memanusiakan manusia karena tidak ada satupun manusia yang ingin kehidupannya buruk,” kata Andrio Sangun.
Untuk kegiatan para warga binaan yang telah dianggap layak dan memiliki keterampilan di bulan ramadhan 1441 Hijriah ini, lanjut dia, selain membuat meja kursi dari drum juga melakukan kegiatan yang sifatnya memberikan manfaat dan keuntingan bagi warga binaan. “Kegiatan lain, selain membuat meja kursi ada yang buka cukur rambut, laundry, kuliner, ternak ayam dan ikan. Tapi semua masih skala kecil,” ujarnya.
Keuntungan dari hasil karya warga binaan itu, menurut salah seorang napi yang tidak ingin disebutkan inisialnya diberikan pihak Lapas dari hasil penjulan. Untuk satu set kursi sebanyak 5 unit dijual dengan harga Rp4 juta nego. Dalam satu bulan 20 set kursi mampu di hasilkan para warga binaan di Lapas setempat.
“Walaupun di ruang terbatas, tapi kami senang karena kami diberikan kepercayaan bisa mencari uang,” ungkapnya, seraya mengatakan “Kalau saja ada donatur pasti warga binaan akan senang karena bisa mengisi kejenuhan menunggu masa tahanan selesai bisa mendapatkan upah,” lanjutnya. (Redaksi)
Komentar